Salah satu pendekatan yang paling umum adalah dengan seni atau terapi seni. Berkarya seni merupakan kegiatan yang menyenangkan. Selain itu dengan mengembangkan kreativitas seni pada anak juga bisa mengolah sensor motoriknya. Terutama pada ABK akan membantu perkembangan otaknya. Siswa/i SDLB Cendana Duri selalu melakukan kegiatan yang menyenangkan dan menumbuhkan semangat mereka. Dengan kegiatan motorik halus seperti mewarnai anak juga dapat mengenal warna serta mengkolaborasikan dengan warna-warna lainnya.

Gerakan motorik halus mempunyai peranan yang penting dalam pengembangan seni. Motorik halus adalah gerakan yang hanya melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu yang dilakukan oleh otot-otot kecil. Oleh karena itu gerakan motorik halus tidak terlalu membutuhkan tenaga, akan tetapi membutuhkan koordinasi yang cermat serta ketelitian. Depdiknas (2007 : 7)

Keterampilan motorik halus mulai berkembang, setelah diawali dengan kegiatan yang amat sederhana seperti memegang pensil, memegang sendok, dan mengaduk. Keterampilan motorik halus lebih lama pencapainnya dari pada keterampilan motorik kasar karena keterampilan motorik halus membutuhkan kemampuan yang lebih sulit misalnya konsentrasi, kontrol, kehati-hatian dan koordinasi otot tubuh yang satu dengan yang lain. Seiring dengan pertambahan usia anak, kepandaian anak akan kemampuan motorik halus semakin berkembang dan maju pesat.
Mewarnai adalah membubuhkan warna atau cat pada suatu gambar. Kegiatan mewarnai merupakan kegiatan yang sangat cocok diterapkan untuk anak usia taman kanak-kanak, karena mewarnai merupakan kegiatan yang menyenangkan. Selain itu, melalui kegiatan mewarnai dapat melatih keterampilan dibuktikan dengan hasil mewarnai anak yang tidak keluar dari garis, kerapian yang dibuktikan dengan hasil mewarnai bersih , dan kesabaran dibuktikan dengan anak yang sabar ketika mewarnai gambar serta mengekspresikan keinginannya untuk memberi atau membuat warna pada obyek gambar.
Aktivitas mewarnai dan menggambar sama-sama merupakan buah dari pembelajaran dan penghayatan seorang anak. Keduanya berfungsi untuk membantu mengembangkan kecerdasan otak anak, khususnya untuk melatih otak kanan dalam bidang seni. Namun, keduanya memiliki hasil akhir (output) yang berbeda. Kalau mewarnai menghasilkan suatu kreasi warna sedangkan menggambar menghasilkan suatu bentuk sesuai imajinasi anak.

Menurut Femi Olivia dalam bukunya Gembira Bermain Corat-Coret, mewarnai merupakan suatu bentuk kegiatan kreativitas, dimana anak diajak untuk memberikan satu atau beberapa goresan warna pada suatu bentuk atau pola gambar, sehingga terciptalah sebuah kreasi seni.
Ada banyak manfaat mewarnai bagi anak, yaitu:
- Melatih anak mengenal aneka warna dan nama-nama warna
- Melatih anak untuk memilihi kombinasi warna dan membantu anak untuk belajar keserasian dan keseimbangan warna
- Stimulasi daya imajinasi dan kreativitas
- Melatih mengenai objek sehingga anak memahami detail objek yang akan diwarnai terlebih dahulu sebelum mereka mewarnai
- Melatih anak membuat target. Proses mewarnai membutuhkan satu target yaitu berhasil mewarnai seluruh bidang gambar yang tersedia. Jadi, anak belajar untuk menyelesaikan tugas yang dihadapinya sesuai target.
- Melatih anak mengenal garis batas bidang.
- Dimasa awal ketika anak memulai aktifitas mewarnai, mereka tidak akan peduli dengan garis batas gambar dihadapannya. Hal tersebut wajar-wajar saja, biarkan anak merasa nyaman dan excited terlebih dahulu dengan aktivitas mewarnainya
- Melatih keterampilan motorik halus anak sebagai salah satu sarana untuk mempersiapkan kemampuan menulis
- Melatih kemampuan koordinasi antara mata dan tangan. Mulai dari bagaimana cara yang tepat menggenggam krayon, hingga memilih warna dan menajamkan krayon.
Sumber:
Femi Olivia. Gembira Bermain Corat-coret. Jakarta : Kompas Gramedia. 2013
http://www.jejakpendidikan.com/2017/10/pengertian-mewarnai.html





